konon hidup tidak ada 'Siaran Ulang', coz 'Siaran tunda we lah'

Saturday, 22 August 2009

Investasi Berharga Seorang Ayah (oleh-oleh kuliah subuh Ramadhan hari pertama)

Dua orang kakak-beradik (kakaknya berumur 10 tahun, sedangkan adiknya 7 tahun) saat hari pertama Ramadhan berjalan ke sebuah pemakaman dengan digenggam erat oleh tangan ibunya. Seharusnya sesaat sebelum fajar datang, mereka bersama-sama dengan sang ayah melakukan sahur bersama. Namun Allah berkehendak lain, tepat sebelum subuh sang ayah sudah keburu dipanggil oleh Dzat pemilik hidup (Allah SWT).


Mereka mengiringi jasad sang ayah dengan pikiran entah mengerti atau tidak dengan apa yang terjadi. Mereka hanya menjawab dengan senyum yang sangat polos (khas anak-anak) ketika sanak saudara dan tetangga memberi semangat. Mereka hanya mengetahui bahwa sang ayah telah dijemput oleh Allah, karena Allah sayang ayah mereka, itu kata sang ibu ketika mereka bertanya.

Setelah proses pemakaman selesai, tanpa disuruh sang ibu, kedua kakak beradik ini langsung berdoa di atas pusara ayah mereka. Doa yang sangat sederhana, doa umum yang sering dibaca oleh anak-anak; An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, serta doa untuk dua orang tua; "Rabbiqhfirlii waliwalidaiya warhamhumaa kamaa rabbayanii saghiraa", sang kakak memimpin doa. Ketika sang ibu menyaksikan apa yang dilakukan oleh kedua anaknya, beliau menjadi sangat terharu dan berkaca-kaca seraya bersyukur kepada Allah karena ia dan sang ayah telah telah merasa memberikan jalan serta pendidikan yang benar terhadap kedua anaknya, sesuai kapasitas mereka sebagai seorang anak kecil.

Sungguh investasi yang sangat berharga, meski sang ayah hanya bertemu 7 tahun, serta 10 tahun dengan anak tertuanya. Namun, ia akan tersenyum disana dengan rasa bangga. Sungguh beruntung menjadi orangtua dua anak kecil itu.

-suatu pagi, awal ramadhan 1430H-

Wednesday, 8 April 2009

RISALAH TA’ALIM

Bissmillahirohmanirrohim

“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (At-Taubah:105)

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (al-An’am:153)

Sepuluh Rukun Baiat.,

Terdapat sepuluh rukun baiat yang dirisalahkan oleh Imam Hasan Al-Banna, dimana sepuluh rukun itu bukan saja ditujukan untuk jamaah Ikhwanul Muslimin, akan tetapi kalau kita telaah lebih jauh dapat diterapkan oleh umat muslim secara luas karena sifatnya yang umum. Sepuluh rukun itu adalah: fahm (pemahaman), ikhlas, amal (aktifitas), jihad, tadhiyah (pengorbanan), taat (kepatuhan), tsabat (keteguhan), tajarrud (kemurnian), ukhuwah, dan tsiqah (kepercayaan).

Dalam tulisan ini, saya hanya akan menyajikan rukun yang pertama saja dahulu. Tulisan ini saya ambil dari buku “Risalah Pergerakan Al-Ikhwan Al-Muslimin” jilid 2 terbitan Era Intermedia yang berjudul asli “Majmu’ah Risa’ilil Imam Asy-syahid Hasan Al-Banna”.

Penempatan ‘Fahm’ sebagai rukun pertama juga ternyata ada maksudnya, seperti kita beriman. Sebelum beriman, maka kita sebenarnya berilmu terlebih dahulu. Segala tindakan yang kita lakukan hendaknya disertai dengan ilmu, jika tidak, maka bisa saja yang kita lakukan itu sia-sia, seperti berbuat tanpa tujuan. Allah AWT pun menurunkan Al-Quran diawali dengan penyeruan terhadap berilmu”Iqra”.

‘Fahm’

Fahm (pemahaman) yang dimaksud adalah engkau yakin bahwa fikrah kita adalah ‘fikrah islamiyah yang bersih”. Hendaknya engkau memahami Islam, sebagaimana kami memahaminya dalam batas-batas ushul al-‘isyrin (duapuluh prinsip) yang sangat ringkas berikut ini.

Pertama, Islam adalah sistem menyeluruh yang menyentuh seluruh segi kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan umat, akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana ia adalah akidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih.

Kedua, Al-Quran yang mulia dan Sunah rasul yang suci adalah tempat kembali setiap Muslim untuk memahami hukum-hukum Islam. Ia harus memahami Al-Quran sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab, tanpa takalluf (memaksakan diri memaknai suatu ayat tanpa memiliki nash pendukung yang lain, hanya mengandalkan pendapat sendiri tanpa menyandarkannya pada pengetahuan bahasa Arab) dan ta’assuf (serampangan). Selanjutnya, ia memahami Sunnah yang suci melalui rijalul hadits (perawi hadits) yang terpercaya.

Ketiga, Iman yang tulus, ibadah yang benar, dan mujahadah (kesungguhan dalam beribadah) adalah cahaya dan kenikmatan yang ditanamkan Allah di hati hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sedangkan ilham, lintasan perasaan, ketersingkapan (rahasia alam), dan mimpi bukanlah bagian dari dalil hukum-hukum syariat. Ia dapat pula dianggap dalil asalkan tidak bertentangan dengan hukum-hukum agama dan teks-teksnya.

Keempat, jimat, mantra, guna-guna, ramalan, perdukunan, penyingkapan perkara ghaib, dan semisalnya, adalah kemungkaran, yang harus diperangi, kecuali mantra dari ayat Al-Quran atau ada riwayat dari Rasulullah SAW.

Kelima, pendapat imam atau wakilnya tentang sesuatu yang tidak ada teks hukumnya, tentang sesuatu yang mengandung ragam interpretasi, dan tentang sesuatu yang mebawa kemaslahatan umum, dapat diamalkan sepanjang tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah umum syariat. Ia mungkin berubah seiring perubahan situasi, kondisi, dan tradisi setempat. Prinsipnya, ibadah itu diamalkan dengan kepasrahan total tanpa mempertimbangkan makna. Sedangkan dalam urusan selain ibadah (adat istiadat), harus mempertimbangkan maksud dan tujuannya.

Keenam, setiap orang boleh diambil atau ditolak kata-katanya, kecuali al-ma’shum (Rasulullah) SAW. Setiap yang datang dari kalangan salaf dan sesuai dengan Kitab dan Sunnah, kita terima. Jika tidak sesuai dengannya maka kitabullah dan Sunnah rasul-Nya lebih utama untuk diikuti. Namun demikian, kita tidak boleh melontarkan kepada orang-orang karena sesuatu yang diperselisihkan dengannya – kata-kata caci maki dan celaan. Kita serahkan saja terhadap niat mereka, dan mereka telah berlalu dengan amal-amalnya.

Ketujuh, setiap muslim yang belum mencapai kemampuan telaah dalil-dalil hukum furu’(cabang), hendaklah mengikuti pemimpin agama. Meskipun demikian, alangkah baiknyajika – bersamaan dengan sikap mengikutinya ini – ia berusaha semampunya untuk mempelajari dalil-dalilnya. Hendaknya, ia menerima setiap masukan yang disertai dengan dalil selama ia percaya dengan kapasitas orang yang memberi masukan itu. Hendaknya, ia menyempurnakan kekurangannya dalam hal ilmu pengetahuan jika ia termasuk orang yang pandai, sehingga mencapai derajat penelaah.

Kedelapan, khilaf dalam masalah fiqih furu’(cabang) hendaknya tidak menjadi faktor pemecah belah dalam agama, serta tidak menyebabkan permusuhan dan tidak juga kebencian. Setiap mujtahid mendapatkan pahalanya. Sementara itu, tidak ada larangan melakukan studi ilmiah yang jujur terhadap persoalan khilafiyahdalam naungan kasih sayang dan saling membantu karena Allah untuk menuju kepada kebenaran. Semua itu dengan tanpa melahirkan sikap egois dan fanatik.

Kesembilan, setiap masalah yang amal tidak dibangun diatasnya - sehingga menimbulkan perbincangan yang tidak perlu – adalah kegiatan yang dilarang secara syar’i. Misalnya memperbincangkan berbagai hukum tentang masalah yang tidak benar-benar terjadi, atau memperbincangkan makna ayat-ayat Al-Quran yang kandungan maknanya tidak dipahami oleh akal pikiran, atau memperbincangkan tentang perihal perbandingan keutamaan dan perselisihan yang terjadi di antara para sahabat (padahal masing-masing dari mereka meiliki keutamaannya sebagai sahabat Nabi dan pahala niatnya). Dengan takwil (menafsirkan baik perilaku para sahabat) kita terlepasz dari persoalan.

Kesepuluh, makrifat kepada Allah dengan sikap tauhid dan penyucian (Dzat)-Nya adalah setinggi-tinggi tingkatan akidah Islam. Sedangkan mengenai ayat-ayat sifat dan hadits-hadits sahih tentangnya, serta berbagai keterangan mutasyabihat yang berhububgan dengannya, kita cukup mengimaninya sebagaimana adanya tanpa takwil dan ta’thil, serta tidak memperuncing perbedaan yang terjadi di antara para ulama. Kita mencukupkan diri dengan keterangan yang ada, sebagaimana rasulullah SAW dan para sahabatnya mencukupkan diri dengannya.

“...dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami......" (Ali-‘Imran:7)

Kesebelas, setiap bid’ah dalam agama Allah yang tidak ada pijakannya, tetapi dianggap baik oleh hawa nafsu manusia, baik berupa penambahan maupun pengurangan, adalah kesesatan yang wajib diperangi dan dihancurkan dengan menggunakan cara yang terbaik, yang tidak justru menimbulkan bid’ah lain yang lebih parah.

Kedua belas, perbedaan pendapat dalam masalah bid’ah Iidhafiyah (bid’ah penambahan), bid’ah tarkiyah (bid’ah penolakan), dan iltizam (membuat peraturan-peraturan bagi ibadah yang bersifat mutlak) terhadap ibadah muthlaqah (yang tidajk ditetapkan, baik cara maupun waktunya) adalahperbedaan dalam masalah fiqih. Setiap orang memiliki pendapat sendiri. Namun tidaklah mengapa jika dilakukan penelitian untuk mendapatkan hakikatnya dengan dalil dan bukti-bukti.

Ketiga belas, cinta kepada orang-orang yang shaleh, memberikan penghormatan kepadanya, dan memuji karena pengaruh baiknya adalah bagian dari taqarub kepada Allah SWT. Sedangkan para wali adalah mereka yang disebut dalam firman-Nya, yaitu “…orang-orang yang beriman dan mereka itu bertakwa. Karamah pada mereka itu benar-benar terjadi jika memenuhi syarat-syarat syar’i-nya. Semua itu dengan suatu keyakinan bahwa mereka - semoga Allah meridhai mereka – tidak memiliki mudarat dan manfaat bagi dirinya, baik ketika masih hidup maupun setelah mati, apalagi bagi orang lain.

Keempat belas, ziarah kubur – kubur siapapun – adalah Sunnah yang disyariatkan dengan cara-cara yang diajarkan Rasulullah SAW. Namun, meminta pertolongan pada penghuni kubur siapapun mereka, berdoa kepadanya, memohon pemenuhan hajat (baik dari jarak dekat maupun kejauhan), bernazar untuknya, membangun kuburnya, menutupinya dengan satir, memberikan penerangan, mengusapnya (untuk mendapatkan berkah), bersumpah dengan selain Allah, dan segala sesuatu yang serupa dengannya adalah bid’ah besar yang wajib diperangi. Selain itu, juga janganlah mencari takwil (pembenaran) terhadap berbagai perilaku itu, demi menutup pintu fitnah yang lebih parah lagi.

Kelima belas, doa. Apabila diiringi tawasul kepada Allah dengan salah satu makhluk-Nya adalah salah satu perselisihan furu’ menyangkut tata cara berdoa, bukan termasuk masalah akidah.

Keenam belas, istilah (keliru) yang sudah mentradisi (seperti riba Bank) tidak mengubah hakikat hukum syar’i-nya. Akan tetapi, ia harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan syariat itu, dan kita berpedoman dengannya. Di samping itu, kita harus berhati-hati terhadap berbagai istilah yang menipu (misalnya prinsip Islam sangat peduli dhuafa, sering dijadikan hujah bagi orang yang ingin mengatakan bahwa sosialisme itu juga Islami), yang sering digunakan dalam pembahasan masalah dunia dan agama. Ibrah itu ada pada esensi di balik suatu nama; bukan pada nama itu sendiri.

Ketujuh belas, akidah adalah fondasi aktivitas; aktivitas hati lebih penting dari aktivitas fisik. Namun, usaha untuk menyempurnakan keduanya merupakan tuntutan syariat, meskipun kadar tuntutan masing-masing berbeda.

Kedelapan belas, Islam itu membebaskan akal pikiran, menghimbaunya untuk melakukan telaah terhadap alam, mengangkat derajat ilmu dan ulamanya sekaligus, dan menyambut hadirnya segala sesuatu yang melahirkan maslahat dan manfaat. Hikmah adlah barang hilang milik orang yang beriman (mukmin). Barangsiapa mendapatkannya, ialah orang yang paling berhak atasnya.

Kesembilan belas, panduan syar’i dan pandangan logika memiliki wilayahnya masing-masing yang tidak dapat saling memasuki secara sempurna. Namun demikian, keduanya tidak pernah berbeda (selalu beririsan) dalam masalah yang qath’i (absolut). Hakikah ilmiah yang benar tidak mungkin bertentangan dengan kaidah-kaidah syariat yang tsabitah (jelas). Sesuatu yang zhanni (interpretatif) harus ditafsirkan agar sesuai dengan yang qath’i. jika yang berhadapan adalah dua hal yang sama-sama zhanni maka pandangan yang syar’i lebih utama untuk diikuti sampai logika mendapatkan legalitas kebenarannya, atau gugur sama sekali.

Keduapuluh, kita tidak mengafirkan seorang Muslim yang telah mengikrarkan dua kalimah syahadat, mengamalkan kandungannya, dan menunaikan kewajiban-kewajibannya, baik karena lontaran pendapat maupun kemaksiatannya, kecuali dia mengatakan kata-kata kufur, mengingkari sesuatu yang telah diakui sebagai bagian penting dari agama, mendustakan secara terang-terangan Al-Quran, menafsirkannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Arab, atau berbuat sesuatu yang tidak mungkin diinterpretasikan, kecuali dengan tindakan kufur.

Apabila seorang muslim memahami ajaran Agamanya dengan batasan kaidah-kaidah di atas, berarti ia telah mengetahui makna syiarnya:”Al-Quran adalah dusturi kami dan rasul adalah qudwah kami.”

Allahu akbar...!!!

Di sadur dari: - “Majmu’ah Risa’ilil Imam Asy-syahid Hasan Al-Banna” -

Monday, 6 April 2009

Golput vs Golhit

Berbicara tentang politik dan pemerintahan memang tidak ada habis2nya. Apalagi di negeri yang konon kata Paman Sam, layak dijadikan sebagai contoh negara yang berhasil menerapkan sistem Demokrasi. Ya, meskipun mungkin sebagian besar masyarakatnya menganggap hal itu sebagai akal-akalan saja agar Indonesia tidak pernah lepas dari cengkraman si Paman Sam ini. Masyarakat kita memang perlu meliliki pemikiran yang lebih cerdas tentang hal ini.

Belum lagi ulah nakal para wakil rakyat negeri ini yang banyak terjerat kasus korupsi, skandal-skandal yang menghebohkan dan lainnya. Akibatnya menurut beberapa Lembaga Survey Nasional, kepercayaan masyarakat terhadap para wakil rakyat itu cenderung menurun. Kerugiannya bisa langsung ditebak,...adalah PEMILU, sebuah hajatan besar negara yang dilaksanakan tiap lima tahun ini sekali ini, dikhawatirkan sepi peminat alias "golput".

Iya, istilah aneh bin ajaib... Istilah ini pertma kali saya ketahui saat pemilu 2004 silam, pemilu kedua setelah masa reformasi dan pemilu kedua yang diikuti oleh banyak partai yg semula hanya tiga bersaudara saja yang jadi partisipan. Kenapa saya bilang aneh bin ajaib? Saat 2004, waktu itu saya masih lugu-lugunya, dan lucu-lucunya bila mesti tahu tentang politik. Maklum, baru peralihan dari anak SMA yg kadang masih suka ingusan ke status yang lebih tinggi bernama Mahasiswa.

Saat itu, saya sedang mengikuti suatu proses bagi mahasiswa baru yang tak asing ditelinga, yaitu OSPEK. Konon katanya proses ini sbg prasyarat buat masuk himpunan, terlebih lagi agar lebih mengetahui tentang kepemimpinan, organisasi, manajemen, profesionalitas, dll. Gak perlu lah dibahs panjang lebar, semua mahasiswa itb pasti tahu itu. Salah satu acara dalam kegiatan itu adalah, mewawancara mahasiswa yang ada di KM-ITB, untuk mengetahui, apakah pada PEMILU 2004 dulu mereka akan memilih? Kalo ya, apa Partai yang akan dipilih?! Saat itulah saya dapet istilah Golput, karena Mahasiswa Senior yang saya tanya, dia menjawab "Golput".

So, what's the matter with golput? Saat itu belum tahu apa arti sebenarnya tentang golput. Pikiran saya saat itu adalah, Mahasiswa Senior yang saya tanya itu akan memilih Partai Islam, karena Dia bilang golput. Dalam benak saya, Golput atau golongan putih, bagus donk...!!!,, daripada golongan hitam., hihhh....syerrremmm.

"Golongan Putih vs Golongan Hitam - Golput vs Golhit"

Tapi alhamdulilah, segera setelah pemilu 2004 itu, saya tahu maksud golput itu apa sebenarnya..., apalagi sekarang....., jangan ditanya...

So, tentukan pilihanmu.....partai A, partai B, atau Partai Golput....????!!!
Eh tau ga? Pemilu tanggal 9 april lho....???!!!

- Lg ga jelas nulis-


Tuesday, 31 March 2009

In My Heart....?????


Kalau goresan takdir itu sudah menyapa
kemana lagi bisa berlari darinya...

Saat Allah menganugerahkan nikmat ini,
cuma berjuta syukur yang bisa diucap.
Karena sekarang...hanya karena nikmat yang diberikan
itulah jalan mendaki terasa lempang.
Onak berduri masih bisa disambut senyuman.

Bang Imad pernah bilang, cinta itu adalah Pleasure to give.
Apa iya...? Jatuh cinta pada jalan da'wah ini benar-benar terasa luar biasa.
Segala hal yang bisa membuat menangis, masih saja terasa manis.
Tidak ada duka selagi semua itu disandarkan pada sebuah keyakinan,
akan ada misteri Allah di balik semua ujian.

Saat ini Allah karuniakan ikatan persaudaraan yang demikian indahnya.
Yang dibingkai pada sebuah ketaatan padaNya.
Dan diukir dalam kesungguhan berjuang di jalanNya.

Dan pada saat yang sama pula Allah berikan ujian yang demikian manisnya.
Adakah nikmat yang dia berikan itu membuat diri menjadi lalai
atau semakin tunduk pada titahNya...

Mungkin ada keinginan-keinginan yang sangat manusiawi terbersit dalam hati.
Namun ada sebuah janji yang diikrarkan pada pagi dan petang,
bahwa Allah selalu di atas segalanya...

Sahabat... jika saat itu datang...
Cinta yang disemat dalam khusyu'nya ketaqwaan pada Allah
ini selamanya akan tetap ada.
Dimana pun kita berada...ikatan itu akan tetap terasa.

Sebagaimana bintang yang selalu di langit
meskipun tak setiap malam bisa terlihat,
seorang saudara akan selalu ada.

Semoga kita selalu bersama dalam kafilah
panjang da'wah ini...

Allahumma innaka ta'lam anna haadzihil quluub,....
Qodijtama'at 'alaa mahabbatik,..

Hanya pada-Nyalah kita berserah diri..

My Anonymous

Thursday, 26 March 2009

Bukanlah Cinta...ataukan Cinta...

Telapak tangan anda berkeringat, hati anda deg-degan,
suara anda nyangkut di dalam tenggorokan anda?
Hal itu bukanlah cinta, tapi suka ...

Apakah tangan anda tidak dapat berhenti memegang dan
menyentuhnya?
Hal itu bukanlah cinta, tapi birahi ...

Apakah anda bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada
semua orang?
Hal itu bukanlah cinta, tapi anda sedang mujur...

Apakah anda menginginkannya karena anda tahu dia akan
selalu di samping anda?
Hal itu bukanlah cinta, tapi kesepian ...

Apakah anda masih bersama dia karena semua orang
menginginkannya?
Hal itu bukanlah cinta, tapi kesetiaan ...

Apakah anda menerima pernyataan cintanya karena anda tidak
mau menyakiti hatinya?
Hal itu bukanlah cinta, tapi rasa kasihan ...

Apakah anda bersedia untuk memberikan semua yang anda suka
untuk dia?
Hal itu bukanlah cinta, tapi kemurahan hati ...

Apakah anda cemburu bila dia bicara dengan lelaki/wanita
lain?
Hal itu bukanlah cinta, tapi takut kehilangan ...

Apakah anda mengatakan padanya bahwa dia adalah satu
satunya hal yang anda pikirkan?
GOMBAL (bullshit) ...

Apakah anda masih bersamanya karena campuran dari rasa
nyeri dan kegembiraan yang tidak dapat digambarkan
kata-kata?
Itulah cinta ...

Apakah anda masih menerima kesalahannya karena hal itu
adalah bagian dari kepribadiannya?
Itulah cinta ...

Apakah anda tertarik pada orang lain, tapi masih
bersamanya dengan setia?
Itulah cinta ...

Apakah anda rela memberikan hati anda, kehidupan anda, dan
kematian anda?
Itulah cinta ...

Apakah hati anda tercabik bila dia sedang sedih?
Itulah cinta ...

Apakah anda menangis untuk kepedihannya biarpun dia cukup
tegar?
Itulah cinta ...

Apakah anda ikut terluka bila dia sedang sakit?
Itulah cinta ...

Apakah anda selalu ingin menyentuhnya, memeluknya karena
anda sayang kepadanya?
Itulah cinta ...

Apakah matanya melihat hati anda yang sesungguhnya dan
menyentuh jiwa anda secara dalam sekali sampai terasa
nyeri?
Itulah cinta ...

Cinta memang merupakan sesuatu yg ABSURD and Unexplain,
tapi yg terpenting mencintailah karena itu adalah sesuatu
yang dianugerahi oleh Allah.
Terimalah pasangan anda dgn segala kekurangan dan kelebihannya.
Cinta itu harus saling memberi dan menerima dgn segala keikhlasan hati

-di suatu senja-

Mengukir Sebuah Cinta

Dalam Kitab Hayatus Shahabah, halaman 524-525 diriwayatkan kisah berikut:

Menjelang perang uhud, Abdullah bin Jahsy mengajak sahabatnya, Sa'd bin Abi
Waqqash untuk berdo'a. Ajakan itu disetujui oleh Sa'd. Keduanya mulai
berdo'a. Sa'd berdo'a terlebih dahulu: "Tuhanku, jika nanti aku berjumpa
dengan musuhku, berilah aku musuh yang sangat perkasa. Aku berusaha
membunuh dia dan dia pun berusaha membunuhku. Engkau berikan kemenangan
kepadaku sehingga aku berhasil membunuhnya dan kemudian mengambil miliknya
(sebagai rampasan perang)."

Abdullah mengaminkannya. Tiba giliran Abdullah berdo'a: Tuhanku, berilah
aku musuh yang gagah perkasa. Aku berusaha membunuhnya, dan ia berusaha
membunuhku. Kemudian ia memotong hidung dan telingaku. Kalau nanti aku
bertemu dengan-Mu. Engkau akan bertanya, 'man jada'a anfaka wa udzunaka?'
(Siapa yang telah memotong hidung dan telingamu?). Aku akan menjawab bahwa
keduanya terpotong ketika aku berjuang di jalan-Mu dan jalan Rasulullah
(fika wa fi rasulika). Dan Engkau, ya Allah akan berkata, "kamu benar!"
(shadaqta).

Sa'd mengaminkan do'a Abdullah tersebut. Keduanya berangkat ke medan Uhud
dan do'a keduanya dikabulkan oleh Allah.

Sa'd bercerita kepada anaknya, "Duhai anakku, do'a Abdullah lebih baik
daripada do'aku. Di senja hari aku lihat hidung dan telinganya tergantung
pada seutas tali."

Kisah ini telah melukiskan sebuah cara untuk mengukur cinta kita pada
Allah. Sementara banyak orang yang berdo'a agar mendapat ini dan itu,
seorang pencinta sejati akan berdo'a agar dapat bertemu dengan kekasihnya
sambil membawa sesuatu yang bisa dibanggakan.

Ketika di padang mahsyar nanti Allah bertanya pada anda: "Dari mana kau
peroleh hartamu di dunia?" Anda akan menjawab, "harta itu kuperoleh dengan
kolusi dan korupsi, dengan memalsu kuitansi, dengan mendapat cipratan
komisi."

Allah bertanya lagi, "apa saja yang telah engkau lakukan di dunia?"

"Kuhiasi hidupku dengan dosa dan nista, tak henti-hentinya kucintai indah
dan gemerlapnya dunia hingga aku dipanggil menghadap-Mu." Allah dengan
murka akan menjawab, "kamu benar!"

Bandingkan dengan seorang hamba lain yang ketika di padang mahsyar berkata
pada Allah: "Telah kutahan lapar dan dahaga di dunia, telah kubasahi
bibirku dengan dzikir, dan telah kucurahkan waktu dan tenagaku untuk
keagungan nama-Mu, telah kuhiasi malamku dengan ayat suci-Mu dan telah
kuletakkan dahiku di tikar sembahyang bersujud di kaki kebesaran-Mu."

Dan Allah akan menjawab, "kamu benar!"

Duhai.... adakah kebahagian yang lebih dari itu; ketika seorang hamba
menceritakan amal-nya dan Allah akan membenarkannya.

Maukah kita pulang nanti ke kampung akherat dengan membawa amal yang bisa
kita banggakan? Maukah kita temui "kekasih" kita sambil membawa amalan yang
akan menyenangkan-Nya?


Nadirsyah Hosen

Thursday, 5 March 2009

Korban Nyeri Demam BlackBarry

Kisah lucu dengan logat campuran bahasa khas betawi: Ahad, Ba’da Zhuhur, Dudung pulang latihan beladiri di Al Azhar Kebayoran Baru, di halte bertemu mahasiswi bergaya dengan HP Blackberry, Dudung iri ingin memilikinya, minta uang pada abang dan emak, akhirnya ngutang sana sini dan cuma mampu beli HP gprs, lalu apa yg terjadi?

"persahabatan bagai kepompong" suara musik terdengar dari tas Ransel anak mahasiswi di Halte Masjid Al Azhar, dengan sigap si Jilbab Putih itu, dengan Celana Panjang modis langsung mengeluarkan HP lebar berwarna hitam dengan banyak tombol model QWERTY seperti mesin ketik. Dengan sedikit bergaya, dia menempelkan si Hitam itu ke Telinganya yang tertutup Jilbab putih bersih.

"Assalamu’alaykum, Ita... aku masih di Halte nih, Patas 143 lama banget, kamu belum pulang kan?, cepetan antar pulang aku ya, tapi jangan ngebut loh"

Tak Jauh dari si Jilbab, duduk dua orang gadis mahasiswi sedang tertawa cekakak cekikik membicarakan Friendster (FS) dan Facebook (FB) dan Multiply (MP), jempol mereka menari-nari nge-net lewat HP GPRS nya masing masing.

Si Dudung yang berdiri di dekat mereka jadi ingin sekali berteriak pada mereka "woiii… norak lu pade, Gue mah sudah dari tahun kemarin main FB, padahal kan FB itu mencontek dan sangat mirip FS, FB begitu aja lu iklan-in
Kalau MP emang top banget dah, tapi sudahlah Gue lagi malas nambah musuh, lagi pula Gue belum mampu beli HP GPRS apalagi HP model Blekberri, nanti Gue dibilang sirik tanda tak mampu”. Kata Hati si Dudung

Tapi, Dudung yang biasanya bakal menambah musuh, kalau bertemu orang yang ngerokok atau pacaran mesra pegangan cium-cium di tempat umum, apalagi di Angkot duduk sambil pegang-pegang. Dudung biasanya reflek ngomong "woi elu belon nikah kan?, duduknya yang sopan loh", sepasang cewek cowok putih abu-abu kaget, langsung duduknya agak memisah diri karena kaget dibentak Dudung.

Pernah suatu hari Dudung melabrak perokok di Angkot 03, "woi lokomotif... Asepnye nih, elu nggak liat ape tuh ibu ibu nutup hidung", Dudung membentak tuh cowok begenk bin kurus kerempeng mirip tiang listrik karena kebanyakan merokok.

Begitulah Dudung, nama di KTPnya sih Sugiyanto, entah kenapa emak memanggilnya Dudung, hobi Dudung nongkrong di Warnet si Heri temen Dudung juga, biar bisa gratis Nge-net main FS, FB dan Multiply di Komputer Kasirnya, lumayan… Dudung bisa dapat banyak Ilmu dan teman baru. Siapa tahu bisa dapat Jodoh dan dapat duit dari bisnis Online. Bisnis Dudung serabutan termasuk Kalau ada pelanggan warnet yang bawa Mobil Dudung yang jadi Tukang Parkirnya.

Gara-gara tadi melihat si Jilbab di Halte Mesjid Al Azhar, Dudung jadi sering membayangkan punya HP Blekberri atau Minimal HP GPRS biar bisa Internet di mana saja Dia suka.

Wesss.... Angin kencang menerpa rambut akibat bis patas lewat, sayang yang lewat adalah Bis jurusan Ciputat, sudah 30 menit Dudung nunggu bis jurusan Grogol Depok patas 143 yang ditunggu mahasiswi blekberri tadi yang sudah diantar sama temannya si Ita pake motor Miyo.

"Mudah-mudahan mereka orang Depok Juga, biar bisa Gue apelin dan dijadiin bini. busyet...dah… Gue kan baru kelas 3 SMU sudah mikirin kawin, naksir mahasiswi lagi, yang tajir lagi, cantik lagi, pake Jilbab lagi, pake HP Blekberi lagi" Begitu kata hati dan Khayalan Si Dudung.

Zzzeet Cessss, terdengar suara rem angin Bis Patas 143 yang berhenti, Dudung bergegas loncat naik, berebut bangku kosong yang sempit beradu dengkul di bagian Tengah. Dudung mendapat Kursi di bagian kanan dekat jendela. Di perjalanan menuju Depok, ketika melewati Blok M, Dudung melihat iklan Bioskop “perempuan Berkalung Sorban, wah film apaan lagi nih?, kayaknya nih latah demam film religi, tapi gue sih nggak doyan nonton Bioskop walaupun film religi, apalagi nggak jelas siapa yang membuat alias produsernya, lagipula di Bioskop banyak orang pacaran dan kadang kadang iklan thrillernya menampilkan film romantis atau mengumbar aurat.

***

Sesampainya di rumah, Si Dudung masih membayangkan para mahasiswi cantik ber-hape di halte, namun yang ia sangat bayangkan HP blekberrinya atau minimal HP yang bisa internet.

"Bang, beliin gue HP blekberri dong, kau adalah abangku satu-satunya dan paling ganteng sedunia" kata Dudung sok puitis merayu.

Bang Kampleng yang sedang utak atik busi motor Honda bututnya, menengok ke arah Dudung sambil nyengir kecut. "buat apaan sih hape stroberri, elu kan sudah punya hape esiasia, abang lagi bokek banget nih" kata kampleng.

"hape strawberri……… palalu peang, masa abang nggak tahu, itu hape yang bisa seperti mesin ketik dan bisa internet" kata Dudung

"mendingan abang beliin es krim blackberry aja dung, hape kayak gitu muahalll banget, lu kan tau, abang aja cuma pake esiasia"

"tapi bang, gue pengen internetan dari hape aja biar bisa online kontak n googling kapan aja di mana aja" kata Dudung

"kalau cuma begitu sih, beli hape GPRS saja, ngapain blekberri segala, sono gih minta sama emak" kata Kampleng

Dudung bergegas ke Dapur, bertemu emak yang sedang mengaduk adonan terigu
"mak... Bagi duit dong buat beli Hape blekberri"

"apaan sih Dung, emak nggak ngerti, elu kan sudah punya hape"

"ini hape nyang bisa internet mak, emak kan baru dapet arisan"

"duit arisan emak sudah dipake buat belanja dapur sama modal dagang combro, Dung, lagian elu tau aje emak habis dapet arisan, dari abanglu kampleng ye?"

"hehe nebak aje mak… feeling, tapi hare gene masih dagang combro? “ sahut Dudung sambil nyengir

"eh dung, lu jangan kurang ajar ye, beraninye menghina kerjaan emak dagang combro, biar combro tapi bisa jadi peluang pintu rejeki juga buat elu.
masa lu nggak tau, orang yang jualan air putih mineral aja bisa mendukung penyerangan palestina, "

"masa sih 'mak?"

"lha elu, bisa aja kan? air mineral punya Indonesia lalu dibeli sama perusahaan yang dimodalin orang Yahudi zionis. "

"bujug, emak tau dari mane? Mata dudung Melotot

"emak gini-gini suka dengerin radio sambil masak atawe baca koran bekas bungkus sayur"

"iye deh emak hebat, maaf ye 'mak, ane ngeremehin pekerjaan emak, tapi jadi nggak nih beliin hape bb?"

"nggak ada, cerewet lu" bentak si emak.

esoknya,

Perjuangan Dudung berlanjut, saat main ke warnet, Dudung mencari info Hape GPRS di google, klak-klik harga, model, spesifikasi, bahkan warnanya.

"weit, ada nih harga dibawah 1 juta, bisa kredit, tanpa DP, cicilannya juga terjangkau, esh ngutang sama si Heri aja ah, Ri minjem duit dong barang 500 ribu”

“Buat apaan sih” kata si Heri.

“buat ini DP cicilan HP”

“Sory Dung, ngggak bisa”

“yaah…, pelit lu ri”

Dudung berfikir dalam bagai mana cara punya hape dan akhirnya mendapat ide: “gue pake aja duit beasiswa yang kemaren belum gue bayar"

***

Pagi-pagi si Dudung sudah nongkrong nunggu toko hape resmi buka. Sreeet… Rollong Door Toko bergulung ke atas, begitu tokonya buka Dudung langsung gesit menemui sales dan Setelah urusan adminnya+uangnya beres, Dudung bernyanyi nyanyi membawa hape baru, langsung kirim sms setting GPRS.

Wajah Dudung yang tadinya mendung dan gerah, menjadi terang dan cerah. Dengan senyum cemerlang sidedent (pasta gigi terkenal, pen).

=====

Walaupun dalam hatinya Dudung merasa bersalah telah menyalahgunakan uang beasiswanya, tapi begitu melihat "mainan" barunya rasa penyesalannya hilang langsung senyum-senyum bermain MP dan FB. Biarin deh nggak punya Blackberry, HP GPRS sudah membuat hati berbunga-bunga. Apalagi kalau ada telpon masuk dengan ringtone mp3, dengan bangganya Dudung bergaya dan berbicara agak keras menunjukkan eksistensinya di Dunia cellular.

Hidup seperti biasa, rutin
Ketika kembali di Halte AlAzhar.

HP Dudung berbunyi dengan volume maksimal "laskar pelangiku..." lagunya Nidji. Dudung dengan Sigap mengeluarkan HP hitam lengkap dengan sarung kulitnya dari saku celananya dengan sedikit bergaya karena para mahasiswi yang waktu itu cekakak cekikik menoleh memandang ke arah Dudung dengan tatapan yang sama seperti Dudung memandang mahasiswi berhape BB.

"Assalamualaykum, siape nih? Oh kamu, ri, oke deh ri, i ll be there" Dudung memasukan kembali HPnya ke Saku celananya sambil merasa bangga menjadi seleb di Halte dipandangi mahasiswi.

zzzzet cesss, suara rem Bis patas yang ditunggu-tunggu. Dudung dan mahasiswi bergegas berebut masuk di Pintu masuk, padahal ada laki-laki bertampang keren, berpakaian rapi perlente mau keluar sehingga bersenggolan. Si Mahasiswi juga menubruk Laki-laki keren itu.

Dudung tak mau mengalah dalam perebutan itu, biasanya Ladies first. Entah kenapa Dudung nafsu ingin masuk duluan agar mendapat tempat duduk.

Akhirnya, Dudung mendapat tempat duduk, si Mahasiswi berdiri tak jauh dari Dudung. Dudung merasa mahasiswi itu kuat berdiri pake Jilbab dengan celana panjang berpenampilan trendy, jadi tak perlu diberi duduk, kalau ibu-ibu, nenek nenek dan ibu hamil baru deh aku beri tempat duduk.

Bis terus merayap sampai Blok M lalu masuk Jl Fatmawati yang macet padat merayap. Dudung merasa Iseng, daripada bengong mendingan main FB buka pesan antar dinding ah. Dudung merogoh saku kanannya, si Hitam yang di carinya tak ada, lalu dengan sigapnya dia merogoh saku kirinya lebih dalam. "astaghfirullah aku kecopetan, waduh pasti laki-laki tadi yang mau turun tadi sengaja senggolan mencopet HPku, mana belum lunas"

Di sepanjang perjalanan Dudung beristighfar memohon ampun pada Allah, memaksakan diri punya HP canggih hanya karena iri pada demam hape internet dan korban trend, Dudung bingung harus bilang apa pada abang dan emaknya soal uang beasiswanya.

Bis patas sudah sampai daerah Margonda UI Depok, si mahasiswi ber-jins berjilbab baru mendapat duduk di sampingnya Dudung saat itu duduk di dekat jendela. Si Dudung iseng bertanya

"turun di mana mbak?"
"Mall Depok" kata si mahasiswi dengan singkat
"oo sama mbak" kata Dudung

bbrp menit kemudian
"mol mol mol" kata kenek
"kiri bang" kata Dudung

si Mahasiswi ternyata berdiri mau turun juga, Dudung mengikuti.

mereka berdua turun dan terdiam menunggu Angkot, tiba-tiba. Si mbak menyodorkan benda hitam ke arah Dudung

"bang ini Hapenya, tadi dicopet laki-laki waktu senggoplan di Pintu waktu berebut naik, terus langsung saya copet lagi" kata si mahasiswi

"HAH…, ini kan si hitam hape saya...” wajah Dudung memerah

”aduh.... terima kasih banyak mbak... dan maaf tadi nggak memberi duduk" kata Dudung tersenyum kecut.

Dudung berkata dalam hati
“beginilah orang korban trend, terima kasih Ya Allah, yang masih mendengar doa hambamu yang hina ini…”


-eramusli.com-